Senin, 25 Januari 2010

Sekarang....

Hidup sekarang membosankan, “ I’m not living a life”.

Mungkin sekarang ini saya yang merasakannya, mungkin nanti tidak. Kenapa harus sekarang? Karena ini jalan hidup saya, saya belum cukup dewasa untuk menyikapi semuanya, banyak pelajaran yang harus didapatkan. Mengapa saya harus berkutat dengan waktu? Karena memang saya hidup dalam ruang dan waktu, tak ada dimensi lagi di dunia ini yang bisa dijadikan tempat tinggal. Mengapa saya harus meredam semua pikiran dan perasaan saya? Ego saya, rasa penasaran saya? Karena hidup penuh pembelajaran. Saya tidak akan sekuat sekarang jika tidak bisa mengalahkan mereka. Mungkin saya harus memikirkan hal yang lain yang belum pernah saya sentuh sedikitpun.

Mengapa saya harus mempertanggungjawabkan apa yang sudah saya perbuat dan apa yang sudah saya katakan? Karena saya ingin menjadi seorang dewasa yang mengerti hidup. Saya mempunyai kehidupan dan saya harus bisa mengarahkan kehidupan itu. Doa saya yang mana yang akan dikabulkan Allah? Saya tidak bisa menjawabnya, itu misteri, tapi saya yakin Dia akan megabulkan semua kebenaran dalam diri saya.

Saya masih memahami apa yang menjadi kebutuhan saya, saya masih memahami apa yang menjadi pikiran seseorang. Saya tidak akan menjadi masa lalu, karena masa lalu adalah pembelajaran dan tanggung jawab saya sendiri. Saya akan menjadi masa depan yang penuh dengan keberartian dalam hidup. Sekuat apapun saya mencoba mungkin tidak terlalu berarti untuk seseorang tetapi sedikit apapun orang memperlakukan saya dengan baik, begitu berartinya untuk saya. Kebahagiaan bukan solusi untuk saat ini, tapi kebahagiaan itu adalah tujuan terkahir hidup saya.

Mempertahankan kebenaran itu tanggung jawab.

Tidak sepenuhnya saya benar, tetapi saya bertahan dengan kebenaran yang saya miliki. Saya dapat mengerti sekarang, “ Yang paling berharga dan hakiki dalam kehidupan adalah dapat mencintai, dapat merasa iba, dapat merasai kedukaan….”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar