Sabtu, 09 Januari 2010

Hari ini...

Sendiri kulalui hari penuh rintangan ini, tanpa sedikit bantuan suatu makhluk pun. Jari-jemari tak henti-hentinya menuliskan apa yang ada di dalam diri ini. Tar, nikotin , dan beberapa protein menjadi asupan bagi tubuhku ini. Di hadapan mataku hanya ada sepotong karbon hitam, pemantik, fosfor yang tertancap pada kayu dan alat-alat hasil kecanggihan teknologi. Buku yang bahasanya tak kupahami hanya bisa berdiam melihatku, televisi terus menyuarakan suaranya untuk menghiburku. Dentingan handphone tak berbunyi seperti biasanya, setiap dia berbunyi aku tahu itu bukan dari orang itu. Tak ada keinginan untuk melakukan suatu aktivitas berat karena hari ini aku rasa tubuhku tidak bisa berkompromi denganku.

Pernah terpikir bahwa satu plastik Mucer mucedo atau pun satu bungkus daun yang mengering bisa membantu neuron-neuron yang ada untuk beristirahat sejenak. Kenyataannya aku sendirian, tak ada teman dan tak ada keinginan juga untuk menghubungi mereka karena otakku sudah jenuh untuk melakukan itu.

Jari mulai gemetar, kedua mata kupejamkan dari segala keindahan , kedua telinga kututp dari segala bisikan, bibir kurapatkan, deretan akson dendrit terputus karena hanya hormon dan otak yang bicara dan bekerja . Ini mungkin adalah sisi lain dari hidupku, sisi di mana aku tak pernah memperdalamnya, di mana tak ada seorang pun yang tahu.

Segala yang terjadi ini membuktikan bahwa aku adalah orang yang kuat, yang tidak merengek meminta-minta pada siapa pun. Ini bukan suatu penyesalan ataupun kekesalan, ini bukan suatu rasa sakit, ini bagian lain dari diriku yang mungkin secara tidak sadar menjadi bagian dari hidupku. Mungkin hidupku hanya seperti clay yang terbentuk di daerah yang tenang dan bisa berarti bagi semua manusia atau seperti limestone yang perlu bantuan cahaya matahari agar dia bisa terbentuk ataupun seperti breccias atau conglomerate yang terbentuk dari suatu pergolakan. Ini hidupku, pilihanku sendiri, aku tidak salah ataupun benar, semua itu kumiliki. Aku tidak hanya berdiam diri menunggu keajaiban, aku berusaha untuk menyelaraskan segala organ tubuh ini dan keajaiban itu ada dalam diriku. Satu yang aku tahu, kesenangan hanya menjadi obsesi di hari ini, karena aku sudah tahu hasilnya, hariku biasa-biasa saja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar