Sabtu, 23 Januari 2010

20.01.10

Saat semua yang ada di otak ini semakin tak beraturan, saat jantung mulai bekerja tidak semestinya. Saat itu di mana tidak ada yang mengenalku, saat itu di mana dunia tidak menyadarkanku. Saat terang menjadi gelap dan gelap menjadi terang. Saat aku termenung, terdiam, terpojok di suatu ruang. Saat aku menampik apa yang aku butuhkan. Saat aku mendustai pikiranku, saat aku menodai hatiku. Saat aku ingin merasakannya untuk terkahir kalinya, saat aku ingin mendengarnya untuk terakhir kalinya, saat aku ingin melihatnya untuk terakhir kalinya, saat aku ingin memeluknya untuk terakhir kalinya, saat aku tidak bisa melakukan apa-apa. Saat tidak ada keajaiban, saat malam terdiam, saat suara ketikan terdengar, saat otak mulai membeku, saat yang sangat tidak menyenangkan. Saat aku menutup mata, saat itu mungkin jawabanya. Saat aku menjadi orang lain.

Bagaimana caranya membohongi pikiran dan jiwa ini? Berikan aku jawabannya!

Maaf dan terima kasih mungkin hanya sebuah kata yang biasa terdengar, tapi saat itu, keduanya adalah kata yang melukiskan semuanya. Kuhargai semua organ yang sudah bekerja untukku sampai malam ini. Kuhormati segala rasa yang sudah berusaha untukku sampai malam ini.

Intuisi sebagai seorang manusia mulai melemah, kenapa seperti ini ?

Harus kutemukan jawaban dari segala pertanyaan, harus kusimpan segala pertanyaan itu. Pertanyaan yang membuatku seperti ini. Besok dan seterusnya akan kucari. Harapan hanya keinginan, usaha hanya keberdayaan. Aku hanyalah aku yang belajar memahami dunia.

Apa semua akan kembali? Jawabannya tidak!

Tidak mungkin akan kembali menjadi seperti aku yang dulu, tidak mungkin kembali. Sesuatu yang bisa terjadi mungkin menjadi individu baru yang mengerti semua, memahami segala dan menerima keadaan. Dan disaat kita menjadi orang yang baru ini mungkin ada suatu jalan yang lurus yang akan mempertemukan kita sebagai pribadi lain yang bisa saling mengenal dan tanpa melihat masa lampau. Itu bukan bualan, itu harapan yang harus diimbangi dengan usaha. Aku pasti tertawa pada waktunya, aku menangis pada waktunya. Gagal saat ini, tidak berarti selamanya. Semoga dunia mengerti aku dan kau bisa membaca tulisan ini dengan pikiran dan perasaanmu. Aku akan menaklukan dunia!

Kau masih percaya padaku?


Tidak ada komentar:

Posting Komentar