Hidup bagaikan toko buku yang di dalamnya terdapat berbagai macam bacaan, dari yang ringan sampai bacaan berat dan banyak orang lebih memilih bacaan-bacaan yang ringan dibandingkn bacaan yang berat. Begitu pula hidup, banyak orang yang lebih memilih kesenangan daripada kesedihan. Banyak cara yang dilakukan orang untuk mendapat buku yang dia mau, dilihat dari harga, penulis, cover ataupun isinya. Begitu pula hidup ini, banyak pilihan yang ada di hadapan kita untuk membuat kita bahagia. Apakah kita terlalu manja, hanya ingin memilih kesenangan? Apa kita mempunyai banyak pilihan?
Hidup ini adalah pilihan, layaknya seorang anak kecil yang ingin membeli mainan. Dian hanya memilih mainan apa yang dia suka saat itu dan tidak berpikir untuk apa mainan itu kedepannya, bagaimana jika mainan itu rusak.? Sebagai seorang manusia yang sedang belajar untuk dewasa, cara kita memilih tidak seperti anak kecil tadi. Banyak pertimbangan kita dalam memilih sesuatu yang kita butuhkan. Kita tidak bisa memilih apa yang kita mau dengan tidak mempertimbangkan orang lain di sekitar kita, orang-orang yang berpengaruh dalam hidup kita.
Hidup ini tidak bisa dibiarkan mengalir seperti air, karena air hanya tau bahwa dia bergerak dari tempat yang lebih tinggi ke tempat yang lebih rendah dan dia tidak tahu ke mana dia mengalir. Sedangkan kita manusia, yang memiliki intelektualitas kita harus tahu tujuan kita, ke mana kita harus melangkah dan bagaimana caranya mendapatkan tujuan itu.
Apapun pilihan hidupmu, itu adalah yang terbaik bagimu, jika kau merasa nyaman dengan hidupmu, teruskanlah, karena dengan rasa nyaman itulah kita bisa mencapai akhir dari tujuan kita. Hidup itu adalah pilihan, gunakanlah sebaik mungkin.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar